Budidaya Jeruk Dekopon Di Dataran Tinggi dan Rendah

Posted on

Jeruk Dekopon – adalah varietas jeruk yang berasal dari negeri Sakura yaitu Jepang. Buah jeruk ini mempunyai bentuk yang sangat unik dan berbeda dengan jenis jeruk yang lainnya. Bentuk buahnya terdapat benjolan di bagian pangkal buah saja.

Tanaman jeruk ini telah diklaim bisa menghasilkan sekitar 1,3 kg per buahnya. Dulu jeruk dekopon ini dianggap tidak akan bisa dibudidayakan di Indonesai karena perbedaan iklimnya. Namun setelah beberapa waktu, semua asumsi itu ditepis oleh para petani jeruk dekopon dari daerah Ciwidaya dan daerah Parongpong, Lembang. Mereka mengatakan bahwa telah berhasil membudidayakan jeruk dekopon asal Jepang ini dengan hasil yang memuaskan.

Jeruk dekopon mulai dikembangkan di Indonesia sejak awal tahun 2014 lalu. Selain mempunyai benjolan, tekstur dari buah kulit buah jeruk ini lebih teball.Dagingnya tidak berbiji dan sekilas bentuknya seperti buah pir.

Saat masa panen, jeruk dekopon ini bisa dipanen sekitar dua kali dalam seminggu. Dan setiap panennya bisa menghasilkan 1,5 kuintal jeruk dekopon. Jeruk dekopon ini merupakan salah satu jeruk primadona para petani Indonesia.

Buah jeruk dekopon ini termasuk golongan buah yang cukup mahal. Harga per buahnya bisa sekitar 800 yen atau sekitar Rp80.000. Karena tingkat produtivitasnya tinggi, per pohonnya bisa menghasilkan 15-25 kg. Dan jenis jeruk ini adalah salah satu jenis yang memiliki potensi berkembang yang lebih maksimal.

Karakteristik Jeruk Dekopon

buah jeruk dekopon di Indonesia
buah jeruk dekopon di Indonesia

Sebagai tanaman yang berasal dari daerah Jepang, jeruk dekopon merupakan jenis jeruk yang hidupnya di daerah subtropis. Jeruk dekopon akan tumbuh subur dengan suhu dingin sekitar 20 hingga 26 derajat celius. Selain itu jeruk dekopon juga membutuhkan sinar matahari di sepanjang harinya.

Di Indonesia, tanaman jeruk dekopon bisa tumbuh di daerah dataran tinggi. Idealnya bisa tumbuh maksimal di daerah dengan ketinggian antara 700 hingga 1000 mdpl. Apabila di tanam di daerah yang memiliki ketinggian kurang dari 700 mdpl, akan menghasilkan buah yang lebih manis tapi ukurannya lebih kecil. Selain itu pertumbuhannya tidak begitu produktif serta warnanya kurang menarik.

Sementara apabila ditanam di ketinggian lebih dari 1000 mdpl, jeruk dekopon ini akan tumbuh lebih produktif dan bisa menghasilkan buah yang lebih cantik dengan ukuran maksimalnya sekitar > 1 kg. Namun, kekurangannya adalah rasanya kurang bisa memuaskan.

Seperti jenis jeruk-jeruk yang lainnya, jeruk dekopon ini lebih suka tanah yang subur, gembur dan porous. Akan lebih menguntungkan lagi apabila ditanam di daerah perkebunan. Namun, jeruk dekopon ini juga bisa ditanaman sebagai tabumpot dengan perawatan yang pas. Jadi, kalian yang belum ada lahan yang luas bisa menanamnya di pot. Untuk tabulampot sendiri, akan lebih baik juga apabila ditanam di dataran tinggi.

Cara Membudidayakan Jeruk Dekopon

pohon jeruk dekopon
pohon jeruk dekopon

Untuk membudayakan tanaman, kita juga harus mengetahui bagaimana langkah-langkah dan cara yang benar agar tanaman yang kita budidayakan bisa tumbuh dengan optimal.

Berikut beberapa tahap dalam membudidayakan jeruk dekopon:

Pembibitan

bibit jeruk dekopon
bibit jeruk dekopon

Karena jeruk dekopon ini tidak memiliki biji, maka kita bisa membiakannya dengan cara cangkok dan okulasi ataupun kultur jaringan. Para petani kebanyakan memilih membudidayakan dengan cara okulasi karena pembiakan dengan kultur jaringan membutuhkan biaya yang cukup mahal dan lebih sulit.

Untuk metode okulasi, yang pertaman kali harus kita lakukan adalah mencari bibit yang cocok untuk dijadikan indukannya. Pilih indukan yang sudah dewasa dan juga sudah pernah berbuah. Tunas yang berasal dari indukan tersebut akan bisa menghasilkan buah dengan mahkota yang derada di pangkal buahnya. Mahkota ini adalah salah satu ciri khas yang dimiliki oleh jeruk dekopon.

Pada penanaman pertama kalinya, pastinya kalian membutuhkan bibit. Bibit tersebut bisa kalian beli di toko-toko bibit yang ada di Indonesia. Pilihlah bibit yang sehat, tidak memiliki penyakit, berbatang kokoh, berdaun segar, dan juga yang cabangnya rindang. Bibit hasil dari okulasi tersebut akan berbuah dalam usia 1 hingga 3 tahun dan bisa produktif sekitar 5 hingga 6 tahun.

Apabila kalian mau memperbanyak bibit sendiri, maka yang perlu diperhatikan adalah pemilihan waktu untuk okulasi (waktu yang tepat adalah umur 40 bulan setelah indukan ditanam), pemotongan entres (dengan pisau), dan usahakan jalur kambiumnya tidak hancur.

Setelah semuanya dipilih, jangan lupa untuk membuang semua daun dan ranting yang ada. Pisahkan tulang dan kulit jangkrak dengan sempurna dan jangan sampai kambiumnya hancur. Bersihkan juga entresnya dari tulang batang dan juga kotoran.

Masukan mata tunas kedalam kulit batang jangkrak dan jangan sampai ada kotoran yang ikut masuk. Ikat juga secara penuh di bagiang yang diokulasi. Pengikatannya harus sempurna dan jangan sampai ada ruang untuk masuknya air taupun kotoran.

Untuk pengikatannya harus sempurna, karena apabila tidak melekat sempurna akan terjadi pembusukan. Kemudian letakkan bibit dekopon di tempat yang teduh dan intensitas cahaya mataharinya antara 20% hingga 30%.

Penanaman

jeruk dekopon jepang
jeruk dekopon jepang

Langkah pertama yang dilakukan dalam pembibitan jeruk dekopon untuk pembudidayaan adalah menyiapkan lahan. Lahan tersebut harus dibersihkan dari adanya gulma dan tanaman-tanaman pengganggu lainnya. Setelah itu tanah di lahan tersebut harus digemburkan dengan cara dicangkul.

Kemudian buat juga lubang tanaman yang berukuran 50 x 50 x50 cm dengan jarak 4 x 4 m per lubangnya. bibit yang terbaik biasanya memiliki ciri-ciri yakni batang berwarna hijau dan akarnya juga banyak. Tanam bibit jeruk dekopon tersebut di lahan yang sudah dilubangi tadi dengan posisi tegak lurus. Tambahkan penyangga agar tanaman teteap tumbuh tegak.

Apabila ingin menanam di dalam pot, maka pilih pot yang ukurannya sesuai dengan tinggi bibit yang telah kalian pilih. Siapkan media tanam yang berupa campuran tanah, pupuk organik dan sekam dengan menggunakan perbandigan 3 : 1 : 1. Stelah itu diamkan campuran beberapa bahan tadi sekitar 3-5 hari supaya mikroorganisme yang ada bisa mati.

Selain itu, tambahkan juga pecahan genting atau bisa juga batu bata didasar pot supaya saat penyiraman airnya bisa langsung mengalir keluar dan tidak menggenang di dalam pot tersebut.

Setelah media tanam dan bibit jeruk dekopon sudah ditanam jangan lupa untuk memadatkannya agar bibit bisa berdiri dengan sendirinya dan bisa lebih kokoh. Siram dengan air secukupnya agar tanahnya lembab (untuk lahan dengan ketinggian ideal)

Apabila tinggal didataran rendah (kurang dari 700 mdpl), pilihlah pot dengan diameter 60 cm atau menggunakan kantong tanaman dengan ukuran 5 l sebagai tempat menanam. Media tanamnya bisa menggunakan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang (kotoran kambing), sekam mentah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan yang pas. Kemudian tanam bibit jeruk dekopon dengan cara yang sama seperti tabulampot.

Pemeliharaan

buah jeruk dekopon yang sudah matang
buah jeruk dekopon

Dalam proses pemeliharaan, masa penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi tanah dan umur dari tanaman jeruk dekopon tersebut. Perhatikan juga pembuangan airnya, apabila airnya berlebihan dan sampai menggenang, akan bisa menyebabkan tanaman jeruk mudah terserang penyakit.

Pada minggu pertama, sebaiknya dilakukan penyiraman 2 kali sehari dan setelah itu cukup 1 kali sehari sesuai dengan kondisi kelembapan tanah.

Untuk penanaman yang menggunakan pot, pohon jeruk membutuhkan pengairan sekitar 2-3 liter per harinya. Maka dari itu, percabangan pohon jeruk dekopon hasil okulasi sudah tergolong baik. Jika sudah seperti itu, tidak perlu dilakukan pemangkasan yang berlebih.

Pemangkasan rutin sendiri cukup dilakukan dengan tujuan untuk merangsang bunga agar muncul, mencegah dari serangan penyakit dan juga merangsang pertumbuhan tunas baru. Selain itu, pemangkasan juga dilakukan untuk mengurangi kerimbunan, membuang tunas yang liar dan cabang yang sakit.

Seperti tanaman lainnya, pohon jeruk dekopon juga membutuhkan penjagaan dari serangan hama penyakit supaya bisa tumbuh dan produktifitasnya tidak terganggu. Apalagi jika hamanya termasuk hama yang berat, maka akan memunculkan resiko kematian dan juga gagal panen.

Hama yang sering menyerang tanaman jeruk dekopon adalah lalat buah. Hal ini bisa diatasi dengan cara rajin menyiangi gulma dan tanaman penganggu secara rutin. Sertakan juga penyemprotan insektisida organik.

Pemupukan

bibit jeruk dekopon di dalam pot
pemupukan bibit jeruk dekopon

Pohon jeruk dekopon yang ditanam di daerah yang ketinggiannya ideal, bisa dilakukan pemupukan 3 kali setahun dengan menggunakan pupuk kandang. Pemupukan yang pertama dilakukan saat musim kemarau. Untuk penanaman dengan menggunakan lahan, maka pemupukan dilakukan dengan cara menabur pupuk dalam parit kecil yang dibuat melingkar mengelilingi tanaman jeruk dekopon.

Diameter parit bisa disesuaikan dengan lebar tajuk tanaman jeruk dekopon tersebut. Semakin tanaman itu besar, maka semakin besar pula paritnya.

Berikut beberapa dosis untuk pemberian pupuk tanaman jeruk dekopon penanaman lahan sesuai dengan umur bibit:

  1. 1 tahun berikan pupuk kandang 500 gr, urea 200 gr, SP 36 450 gr, dan KCl 400 gr.
  2.  2 tahun berikan pupuk kandang 500 gr, urea 400 gr, SP 36 650 gr, dan KCl 650 gr.
  3.  4 tahun berikan pupuk kandang 500 gr, urea 800 gr, SP 36 1 kg, dan KCl 1 kg.
  4. 5 – 15 tahun berikan pupuk kandang 500 gr, urea 1 kg, SP 36 550 gr, dan KCl 850 gr.

Untuk penanam dalam pot, berikan pupuk kandang 3 bulan sekali dengan cara menaburkannya di permukaan tanah secara merata. Kemudian setelah berumur 1 tahun, berikan setiap bulan dan tambahkan 1 sdm urea, 1 1/2 sdm SP 36, dan 2 sdm KCI. Usia diatas 2 tahun tambahkan 2-3 kali dipinggiran pot.

Khusus tabulampot di dataran rendah, berikan pupuk kadang yang dicampur dengan tanah, sekam mentah. Berikan juga penyemprotan dengan NPK dengan perbandingan 15:15:15 sebanyak 2 sdm dan sudah dilarutkan ke dalam 20 l air seminggu sekali.

Ketika musim hujan, biasanya akan banyak dijumpai masalah bunga rontok pada jeruk dekopon terumana yang ditanam di daerah dataran rendah. Hal ini bisa diatasi dengan memberikan larutan pupuk yang memiliki kandungan potasium, kalium, dan nitrat setiap seminggu sekali. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian NPK dan pupuk organik cair setiap seminggu sekali.

Fase Pembuahan

jeruk dekopon tanpa biji
jeruk dekopon tanpa biji

Tanaman jeruk dekopon yang ditanam di ketinggian ideal di usia ke-6 bulan setalah penanaman sudah bisa mulai berbuah, sedangkan untuk yang ditanam di dataran rendah baru bisa berbuah sekitar usia 9 bulan setelah penanaman. Namun untuk pembuahan yang pertama kali sebaiknya dibuang karena dengan umur yang masih muda, pohon dan akarnya belum bisa menyangga berat jeruk dekopon yang idealnya sangat berat. Buang semua bunga dan buahnya sebelum pohon jeruk dekopon berusia 24 bulan setelah penanaman.

Proses pembungaan hingga pembuahan biasanya sekitar 5 bulan, lebih lama daripada jenis jeruk yang lainnya. Setelah bunga berubah menjadi bakal buah, bungkus bakal buah dengan kain berwarna biru muda agar kulit buah tetap mulus dan terhindar dari lalat buah.

Seperti itulah kira-kira cara pembudidayaan jeruk dekopon baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Baik yang ditanam dilahan maupun di pot.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menjadi panduan pembudidayaan jeruk dekopon yang baik dan benar. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *