banner 300x280

3+ Jenis Sawi Unggul Dan Cara Budidaya Sawi Hidroponik [LENGKAP]

44 views
example banner

Sawi Hidroponik – Adalah tumbuhan yang biasa diambil bagian daun dan bunganya dan dugunakan untuk bahan makanan seperti sayuran segar lainnya. Di Indonesia memiliki banyak jenis sawi yaitu sawi hijau atau sawi bakso, caisim, dan sawi putih atau pestal. Sawi sangat disukai oleh masyarakat Indonesia karena kenikmatan dan juga manfaatnya.

Sawi memiliki nama latin Brassica Juncea. Dalam pembudidayaannya juga sangat mudah, baik dilahan yang sempit maupun dilahan yang luas. Budidaya sawi hidroponik model wick telah dinilai sebagai model yang paling cocok untuk penanaman sawi. Dengan sistem hirdoponik. Budidaya sawi ini mengharapkan penghematan lahan dan juga bisa menghasilkan hasil yang memuaskan.

Menanam sawi secara hidroponik ini memang sangat mudah bahkan bisa dilakukan oleh ibu-ibu di rumah. Selain itu, dengan menggunakan sistem hidroponik dipercaya akan menghasilkan sayur sawi yang berkualitas dan terjamin kebersihannya. Maka dari itu, kini banyak sekali market yang menyediakan sayuran hidroponik .

Sistem hidroponik sawi kini sangat menarik para masyarakat perkotaan yang sibuk, orang-orang yang tidak memiliki banyak waktu, dan yang kekurangan lahan. Dengan menggunakan sistem hidropik, masyarakat tidak khawatir akan waktu dan juga lahan.

Klasifikasi Sawi

hidroponik sawi panen besar

hidroponik sawi

Kingdom: Plantae

Divisio: Spermatophyta

Class: Dicotyledonae

Ordo: Rhoeadales

Famili: Cruciferae

Genus: Brassica

Spesies: Brassica juncea L

Jenis-Jenis Sawi

Sawi Hijau (Pakchoy)

sawi pakchoy hidroponik

sawi pakchoy hidroponik

Jenis sawi hijau atau Brassica rapa var. Parachinensis L adalah sawi yang termasuk dalam famili Cruciferae. Sawi ini menjadi komoditas sayuran yang penting di Indonesia walaupun bukan jenis sawi yang asli dari tanah air kita. Pengembangan gribisnis dan juga agroindustri inilah yang membuat sawi menjadi sumber pendapatan para sektor pertania di Indonesia.

Kangdungan kalsiaum yang dimiliki oleh sawi pakchoy ini sekitar 115 mg per 100 gr sawi. Sedangakan kandungan besinya sekitar 1, 64 mg per 100 granmnya. Selain itu ada juga kandungan vitamin, mineral dan juga karbohidrat yang tidak bisa digantikan oleh makanan pokok lainnya, sehingga sangat penting untuk mengonsumsi sayuran.

Sayur Sawi Putih

"<yoastmark

Sawi putih merupakan salah satu jenis sawi yang sangat terkenal. Banyak juga yang bilang bahwa sawi putih ini adalah sawi dengan rasa terenak dari jenis sawi yang lainnya. Sehingga tidak heran bahwa sawi putih sering dikonsumsi oleh masyarakat, baik dengan cara dimasak sup maupun dibuat asinan.

Sawi putih (Brassica juncea L.) masuk kedalam famili Brasscaceae, asalnya dari Tiongkok dan Asia Timur. Bentuknya mirip dengan kubis dan daunnya saling bertumpuk satu sama lain dengan mahkota daunnya yang berwarna kuning muda.

Caisim

"<yoastmark

Tanaman sawi caisim adalah sawi yang terkenal karena rasanya yang enak dan juga segar. Sawi caisim juga memiliki rasa yang sedikit pait namun tetap banyak sekali penggemarnya. Biasanya sayur sawi caisim ini diolah dengan cara ditumis ataupun dioseng. Selain itu banyak juga penjual bakso dan mie ayam di Cina menggunakan sawi caisim ini.

Jenis sawi caisim banyak dikenal karena sering dijumpai di pasaran. Caisim mempunyai bentuk daun yang lebar panjang dan tipis. Tangkai daunnya juga panjang dengan diameter kecil dan warnanya putih kehijauan.

Sawi Keriting

sawi keriting hidroponik

sawi keriting hidroponik

Jenis sawi keriting adalah jenis sawi yang tangkai daunnya berwarna putih atau hijau pucat dengan daunnya yang tumbuh mulai dari pangkal. Sawi keriting bisa dibilang mirip dengan sawi putih biasa namun sedikit lebih keriting. Selain itu, sawi keriting memiliki ukuran yang lebih kecil.

Sawi keriting biasa diolah menjadi lalapan bersama dengan sambal, diolah menjadi tumis atau dijadikan masakan capcay. Biasanya juga dijadikan tenam makan mie.

Cara Budidaya Sawi Hidroponik

sawi hidroponik siap panen

sawi hidroponik siap panen

Pemilihan Bibit

Langkah pertama untuk membudidayakan sawi hidroponik adalah pemilihan benih. Pilihlah benih sawi yang memiliki kualitas unggul dan juga memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Ciri-ciri benih sawi yang berkualitas adalah sehat, berasal dari indukkan yang berkualitas, bebas dari serangan hama penyakit, tingkat pertumbuhan dan perkecambahannya baik, dan tidak ada cacat atau rusak.

Pembibitan

Dalam proses pembibitan sawi hidroponik, Anda bisa memakai media tanam hidroponik berupa rockwool. Caranya, potong rockwool dengan bentuk dadu dan ukurannya menyesuaikan dengan ukuran netpot.

Kemudian simpan rockwool pada nampan atau baki. Lalu basahi rockwool dengan air bersih. Buatlah lubang tanam diatas rockwool lalu masukan benih sawi kedalam lubang tersebut.

Simpan ditempat gelap sampai berkecambah, setelah tumbuh kecambah simpan benih pada tempat yang terpapar sinar matahari langsung agar benih terhindar dari etiolasi. Setelah berdaun 3-4 helai pindahkan benih kedalam netpot lalu pasang dalam instalasi hidroponik.

Persiapan Media Tanam

Beberapa bahan yang akan digunakan untuk budidaya sawi hidroponik adalah sabut kelapa, kerikil, sekam bakar, dan lain sebagainya. Dalam pembuatan media tanam untuk budidaya sawi hidroponik, maka perlu disiapkan juga beberapa bahan tambahan seperti botol plastik bekas air mineral berukuran kecil, pisau, gunting, pipa paralon (ukuran 2,5-2 inci), sumbu, larutan nutrisi, dan bibit.

Buat lubang pada pipa paralon yang ukurannya sesuai dengan botol air mineral yang sudah kalian siapkan. Kemudian potong botol dan buat lubang lagi untuk sumbu yang selanjutnya. lalu tutup boton dengan menggunakan sabut kelapa atau sekam bakar.

Jumlah lubang dalam paralon, dapat menyesuaikan dengan panjang paralon. Namun, untuk mendapat kualitas hasil panen maksimal disarankan jarak antar lubang tanam pada paralon berkisar 10-15 cm.

Penanaman

Dalam menanam sawi hidroponik pemilihan lokasi atau tempat sangat mempengaruhi hasil pertumbuhan tanaman sawi nantinya. Proses menanam sawi hidroponik cukup mudah, Anda tinggal memindahkan bibit sawi bersama rockwoolnya kedalam botol air mineral yang sebelumnya telah diisi sabut kelapa atau sekam bakar.

Kemudian masukan botol yang berisi benih kedalam lubang tanam diatas pipa paralon yang telah diisi larutan nutrisi hidroponik. Bagaimana cukup mudah bukan cara menanam sawi hidroponik ini? Setelah semua proses penanaman selesai, selanjutnya tinggal melakukan perawatan dan pemeliharaan.

Perawatan Dan Pemeliharan

Pemeliharaan tanaman sawi hidroponik meliputi beberapa tahap, yaitu pemeberian nutrisi, penyiangan tanaman dari gulma atau rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman, pengontrolan hama penyakit, serta penyulaman jika ada bibit yang rusak, tidak tumbuh sempurna atau mati. Pemberian nutrisi tambahan, dilakukan saat nutrisi dalam pipa paralon sudah menipis atau berkurang karena pertumbuhan tanaman.

Untuk penyiangan gulma atau rumput liar pada sawi hidroponik, bisa dilakukan setiap 3 hari sekali. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan gulma di area sekitar tanaman bisa terkendali. Untuk penyulaman hanya perlu dilakukan pada tanaman yang mati atau tidak tumbuh dengan baik. Gantilah tanaman tersebut dengan tanaman baru agar pertumbuhan sawi seragam.

Tahap Panen

Masa panen sawi hidroponik terhitung cukup cepat, umumnya tanaman sawi hidroponik hanya butuh 2-3 bulan untuk bisa dipanen, bahkan ada yang lebih cepat. Semua dipengaruhi oleh jenis atau varietas serta pertumbuhan sawi yang ditanam. Cara memanen sawi juga sangat mudah, tinggal potong batang sawi, memetik tangkai daun atau mencabut langsung dari media tanam tersebut.

Demikian artikel tentang budidaya sawi hidroponik. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Sekian dan terima kasih.

  1. author

    web-dl2 months ago

    I have recently started a web site, the information you provide on this website has helped me greatly. Thanks for all of your time & work. Juliane Niccolo Jamal

    Reply

Leave a reply "3+ Jenis Sawi Unggul Dan Cara Budidaya Sawi Hidroponik [LENGKAP]"

Author: 
author