Tahap-Tahap Penanaman Selada Hidroponik Berkualitas

Posted on

Selada –  adalah sayuran yang termasuk golongan genus Lactuca. Selada memiliki nama latin yang tidak jauh dengan genusnya yaitu Lactuca sativa. Tanaman selada juga merupakan tanaman semusim yang mempunyai banyak bentuk terkhusus bentuk daunnya. Selada banyak dibudidayakan di daerah dataran tinggi atau di daerah sekitar pegunungan.

Menanam selada dengan metode hidroponik adalah cara baru yang dilakukan tanpa menggunakan media tanah. Teknik ini biasanya dilakukan dengan cara memanfaatkan air sebagai media tanamnya. Sisten tanam hidroponik dengan menggunakan air dianggap lebih efisien, sehingga sangat cocok untuk diterapkan di daerah yang pasokan airnya terbatas.

Apabila dibandingkan dengan penanaman yang konvensional, sistem hidroponik akan lebih mudah memberikan keuntungan seperti bisa memanfaatkan lahan yang sempit, proses pemeliharaannya tergolong mudah dan hasil panennya lebih higienis.

Kalian bisa mulai membudidayakan selada dengan sistem hidroponik dan tentunya sengan tapahan yang sesuai dengan prosedur.

Persiapan Menanam Selada Hidroponik

"bibit

Tahap awal yang harus dilakukan sebelum penanaman selada hidroponik adalah mempersiapkan semua keperluan yang akan digunakan. Berikut alat dan bahan yang perlu kita siapkan sebelum penanaman:

Tandon Nutrisi

Kita perlu menyiapkan tandon air untuk wadah nutrisi hidroponik yang akan kita gunakan. Bisa menggunakan ember, botol bekas, kaleng, baskom atau wadah lainnya yang tersisa.

Pot Tanaman

Menyiapkan pot untuk media tanam awal juga harus kita lakukan. Bisa dengan menggunakan pot tanam biasa, botol bekas, cup air meneral bekas, atau cup plastik lainnya yang ada disekitar kita.

Sumbu

Fungsi dari sumbu yang kita siapkan ini untuk menaikan nutrisi yang berasal dari tandon menuju ke media tanam yang kita gunakan. Sumbu yang ideal untuk tanaman hidroponik adalah kain flanel. Apabila tidak ada, maka kalian bisa berkreasi dengan menggunakan bahan yang lainnya.

Nutrisi Selada Hidroponik

Selada merupakan sayuran daun yang membutuhkan nutrisi ab mix yang khusus digunakan untuk sayuran dan daun. Jadi kita perlu menyiapkan nutrisi untuk selada agar tumbuh sehat dan berkualitas.

Media Tanam

Bahan yang bisa kita gunakan sebagai media tanam selada hidroponik adalah arang sekam, cocopeat atau rockwoll. Bahan-bahan ini bisa kita gunakan sebagai pengganti tanah.

TDS / EC Meter

Selain barang-barang diatas kita juga memerlukan alat pengukur kepekatan dari larutan nutrisi hidroponik. Namun apabila tidak ada, tidak menggunakan alat inipun tidak apa-apa.

Air Baku

Untuk pengairan, kita gunakan air yang kandungan PPMnya kurang dari 150 atau ada juga yang mengatakan bahwa bisa menggunakan yang kurang dari 200. Contoh air yang cocok untuk hidroponik adalah air sungai, air sumur, atau air buangan AC. Apabila tidak ada dan terpaksa harus menggunakan air PAM, maka airnya harus diendapkan dulu sekitar 1 minggu.

Benih Selada

Yang pperlu dan harus disiapkan adalah bibit selada itu sendiri. Tidak perlu menyiapkan terlalu banyak, cukup dengan menyiapkan sesuai dengan kebutuhan kita.

Persiapan Bibit Selada Hidroponik

bibit selada siap tanam
bibit selada siap tanam

Sebelum dilkukan penanaman selada, bibit harus disemai terlebih dahulu dengan menggunakan polybag, keranjang plastik, nampan atau wadah lainnya. Untuk media semainya bisa menggunakan apa saja yang tersedia. Apabila menggunakan arang sekam, masukan arang sekam ke wadah dan kemudian basahi hingga benar-benar basah.

Tanam benih selada yang sudah disiapkan satu per satu dan tunggu hingga berkecambah sekitar 3 hingga 4 hari. Setelah berkecambah, bibit selada tersebut bisa dipindah ke media tanam yang sebenarnya sekitar 25-30 hari sesudai disemai.

Cara Menanam Selada Hidrponik Sistem Wick/Sumbu

"tanaman

Untuk mulai menanam selada dengan sistem hidroponik, maka kita harus menyiapkan tandon, pot, sumbu, larutan nutrisi dan juga media tanam yang sebelumnya sudah kita bahas diatas. Pasang sumbu atau kain flanel pada pot atau net pot dengan panjang yang sesuai dengan kedalaman tandon tersebut. Usahakan sumbunya dapat menyentuh dasar tandon.

Buka polybag yang telah kita gunakan untuk menyemai tadi dengan hati-hati dan jangan sampai akar bibit seladanya putus atau rusak. Kemudian masukkan bibit yang sudah dikeluarkan ke dalam pot dan tutup dengan media tanam hingga penuh. Buatkan juga larutan hidroponik dengan takaran dosis yang rendah sesuai dengan jumlah bibit yang kita naman. Setelah itu langsung letakkan pot yang sudah ditanami bibit ke dalam tandon.

Kemudian letakkan selada hidroponik yang sudah ditanam di tempat bersuhu rendah sekitar 2 hingga 3 hari agar bisa beradaptasi terlebih dahulu. Setelah itu baru keluarkan selada hidroponik agar mendapat cahaya matahari secara bertahap. Apabila cuacanya terlalu panas, letakkan tanaman selada hidroponik dibawah paranet.

Jarak Tanam Selada Hidroponik

"penyemaian

Agar selada bisa tumbuh dengan baik dan maksimal, maka kita juga perlu memberikan jarak supaya pertumbuhannya tidak terganggu dengan selada yang lainnya.

Jarak tanam selada hidroponik yaitu sekitar 25 cm x 25 cm atau bisa menggunakan jarak 30 cm x 30 cm. Kalau kalian menggunakan box styrofoam maka bisa benggunakan ukuran jarak 40 cm x 60 cm. 1 box biasanya bisa digunakan untuk 6 lubang tanam atau 6 pot.

Dosis Larutan Nutrisi Selada Hidroponik

"tumbuhan

Dalam pemberian nutrisi untuk tumbuhan kita tidak boleh seenaknya, tapi harus dengan takaran yang benar dan jenis nutrisi yang sedang dibutuhkan. Begitu pula dengan selada hidroponik, tanaman ini juga butuk nutrisi yang cukup tapi tidak berlebihan.

Berikut beberapa takaran yang bisa kalian gunakan untuk pemberian nutrisi pada selada hidroponik:

  1. Untuk tanaman baru (umur 1 – 7 HST) berikan larutan nutrisi hidroponikdengan dosis rendah, yaitu sekitar 500 PPM (Setara dengan 2,5 ml nutrisi A + 2,5 nutrisi B + 1 liter air)
  2. Memasuki minggu kedua (umur 8 -14 HST) setelah masa tanam, berikan nutrisi dengan dosis nutrisi selada hidroponik yang lebih tinnggi sekitar 700 PPM (Setara dengan 3,5 ml nutrisi A + 3,5 nutrisi B + 1 liter air)
  3. Pada minggu ketiga (umur 15 – 21 HST) tambahkan lagi dosis nutrisi menjadi 900 PPM (Setara dengan 4,5 ml nutrisi A + 4,5 nutrisi B + 1 liter air)
  4. Minggu keempat (umur 22 HST – panen) dosis nutrisi selada hidroponik sama dengan dosis nutrisi minggu ketiga, yaitu 4,5 ml nutrisi A + 4,5 nutrisi B + 1 liter air.

Perawatan dan Pemeliharaan Selada Hidroponik

"<yoastmark

Pada masa perawatan dan pemeliharaan selada hidroponik tidal begitu rumit, tapi tidak bisa juga apabil sering diabaikan. Hal yang paling penting pada masa ini adalah dengan selalu mengecek kondisi selada hidroponik agar selalu mendapat sinar matahari yang cukup dan tidak lupa untuk memberikan nutrisi.

Apabila kalian menggunakan tandon yang ukurannya kecil, maka kalian harus lebih rajin lagi memeriksa larutan nutrisinya. Jangan sampai selada hidroponik kehabisan nutrisi dan juga mendapatkan suhu yang tidak stabil. Apabila suhu pada nutrisi tersebut terlalu tinggi bisa mengakibatkan pertumbuhan selada hidroponik terganggu, bahkan bisa layu dan mati.

Ketika kalian menggunakan tandon yang berasal dari plastik atau kaleng, maka lindungi tandon tersebut agar tidak terkena sinar matahari secara langsung dengan menggunakan handuk basah atau busa. Salah satu media yang paling aman adalah dengan menggunakan box Styrofoam karena tidak bisa ditembus oleh paparan sinar matahari langsung.

Pengendalian Hama Penyakit Selada Hidroponik

"<yoastmark

Apabila tanaman selada hidroponik yang ditanaman hanya sedikit atau skala hobi, maka hama dan penyakit bisa kita atasi dengan cara yang manual. Namun jika tidak memungkinkan, kalian bisa menggunakan semprotan pestisida nabati Usahakan untuk tidak menggunakan pestisida berbahan kimia.

Umur Panen Selada Hidroponik

"<yoastmark

Masa panen selada hidroponik biasanya pada hari ke-30 hingga ke-40 setelah masa tanam. Pemanenan ini dilakukan dengan cara dipotong atau dicabut sampai bagian akarnya. Kemudian dicuci hingga bersih dan buang dau yang rusak.

Yang harus diketahui disini adalah apabila ada daun selada yang keriting berarti selada hidroponik tersebut tidak tahan dengan sinar matahari yang terlalu banyak dan penguapan. Maka dari itu kita harus memperhatikan dengan benar dimana kita meletakkan selada hidroponik tersebut.

 

Demikian artikel singkat tentang cara penanaman selada hidroponik dari kami. Semoga bisa menjadi contoh yang baik dan juga menumbuhkan manfaat untuk kita semua.

Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *