banner 300x280

Tutorial Menanam Tanaman Jahe Agar Panen Melimpah

13 views
example banner

Tanaman Jahe – Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman rimpang yang populer untuk dijadikan rempah-rempah dan bahan obat-obatan tradisional. Rimpangnya memiliki bentuk seperti jari dengan ruas-ruas yang ada di tengahnya. Rasa dari tanaman jahe ini dominan dengan rasa pedas yang ditumbulkan dari senyawa keton yang bernama zingeron.

Jahe memiliki nama latin Zingiber officinale yang termasuk dalam suku Zingiberaceae atau temu-temuan. Nama latin tanaman jahe yang diberikan oleh Willian Roxburgh diambil dari bahasa Yunani  (Zingiberi) dan dari bahasa Sanskerta (Singaberi).

Tanaman jahe dikenal memiliki nama umum ginger atau garden ginger (inggris). Di wilayang Indonesia sendiri, jahe memiliki nama yang berbeda-beda disetiap daerahnya. Untuk didaerah Aceh disebut dengan Halia, di Minangkabau disebut Sapodeh, di Jawa disebut Jae, di Madura disebut Jhai dan masih banyak lagi nama-nama jahe yang ada di Indonesia.

Dengan adanya nama-nama tersebut menandakan bahwa tanaman jahe telah tersebar luas diseluruh nusantara karena jahe juga termasuk tanaman yang hidup di daerah tropis. Jahe hanya bisa ditanaman didaerah yang dilewati oleh garis katulistiwa, misalnya Asia Tenggara, Afrika, dan Brazil. Untuk saat ini, Brazil dan Equador telah menjadi pemasok jahe yang terbesar di Dunia.

Klasifikasi Tanaman Jahe

panen tanaman jahe

Panen tanaman jahe

Berikut klasifikasi tanaman jahe:

Kingdom: Plantae

Sub Kingdom: Viridiplantae

Divisi: Tracheopthyta

Sub Diivisi: Spermatophytina

Kelas: Magnoliopsida

Family: Zingiberaceae

Ordo: Zingiberales

Genus: Zingiber Mil

Spesies: Zingiber Officinale Roscoe

Ciri Morfologi Tanaman Jahe

pohon jahe

pohon jahe

Akar

Tanaman jahe memiliki akar serabut yang tumbuhnya dibagian rimpang yang termasuk dari modifikasi batang tanaman jahe. Akar serabut pada jahe memiliki beberapa bagian yaitu leher, batang dan tudung akar.

Batang

Jahe memiliki batang yang berwarna hijau, berair dan juga tidak memiliki kayu. Batang tanaman jahe adalah batang semu yang tumbuhnya tegak lurus.Batang jahe berasal dari seludang dan pelepah daun yang yang menutupinya. Bentuknya bulat dan pada permukaannya terdapat bulu halus serta tidak bercabang.

Daun

Jahe memiliki daun hijau yang bentuknya lonjong dan lancip seperti rumput yang besar. Letak daunnya selang-seling dan tulang daunnya sejajar. Daun tanaman jahe adalah daun tunggal dengan ujung daun yang runcing, tepi rata dan pangkal daunnya tumpul. Untuk bagian permukaan daunnya lahus dan licin. Daun pada jahe adalah jenis daun yang lengkap karena memiliki helaian daun, tangkai dan upih daun.

Bunga

Tanaman jahe memiliki bunga yang berupa malai dan tumbuh dari dalam tanah. Bentuknya bulat seperti telur dan termasuk golongan bunga majemuk tunggal. Mahkota bunganya berbentuk seperti tabung dan warnanya hujau kekuning-kuningan. JMeumlah kelopak bunganya sekitar 3 lembar, dan bunga jahe termasuk bunga lengkap karena memiliki dua kelamin.

Cara Menanam Tanaman Jahe Di Lahan Terbuka

bibit pohon jahe

Bibit tanaman jahe

Lahan yang digunakan untuk menanam tanaman jahe adalah lahan terbuka, sehingga bisa digunakan untuk menanam dengan jumlah yang banyak. Lahan yang digunakan bisa berupa lahan kosong sekitar rumah atau juga bisa lahan khusus untuk menanam jahe.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menanam jahe di lahan:

Memilih Lahan Penanaman

Sebelum menanan jahe, hendaknya kita memilih tanah dan lahan yang bagus dan subur. Tanah yang dijadikan lahan harus penuh dengan pertimbangan. Maka dari itu, sebelum dilakukan penanaman kita harus melakukan pangecekan apakah lahan tersebut subur atau tidak. Pilihlah tanah yang berhumus dan tidak berkerikil, pilih juga tanah yang ada dilingkungan dengan udara yang bersih dan lancar.

Menyiapkan Lahan Penanaman

Setelah memilih lahan, kita harus membersihkan lahan tersebut dari tanaman-tanaman pengganggu baik rumput-rumputan maupun gulma. Siapkan juga cangkul, pupuk dan jerami untuk memulai penanaman. Kemudian cangkul atau bajak lahan yang sudah dilipih sekitar 25 hingga 35 cm dan juga campurkan pupuk beserta jerami yang sudah disiapkan sebelumnya. Biarkan lahan tersebut sekitar seminggu.

Setelah dibiarkan sekitar seminggu, kemudian gemburkan tanah dengan mencangkul ulang dengan ukuran sekitar 85 hingga 125 cm dan beri jarak kurang lebih 25 sampai 30 cm.

Memilih Bibit Jahe yang Bagus

Salah satu hal terpenting dalam pembudidayaan jahe adalah saat pemilihan bibit jahe yang berkualitas terbaik. Bibit yang kita pilih harus sesuai dengan varietas yang kita inginkan. Bibit tanaman jahe yang berkualitas biasanya ada di lahan jahe tua yang berumur sekitar 8 hingga 10 bulan.

Selain bibit yang berkualitas, rimpang jahe yang dipilihpun harus mulus dan sehat, bebas hama serta bekulit sehat dan bersih.

Penyemaian Bibit

Setelah lahan dan bibit sudah siap, maka selanjutnya adalah proses mnyemaian. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, maka penyamaian bisa dilakukan sekitikar satu sampai setengan bulan. Berikut langkah-langkah penyemaian jahe yang baik:

  1. Keringkan rimpang jahe dengan cara dilektakan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Usahakan jangan sampai terlalu kering.
  2. Setelah dikeringkan setengah kering, simpan rimpang kurang lebih satu sampai satu setengah bulan.
  3. Setelah disimpan, keringkan kembali selama sepertiga hari dengan kondisi sudah terpotong menjadi 3 sampai 5 potongan (mata tunas rimpang).
  4. Kemudian rendam bibit pada antibiotik atau bakterisida sesuai dengan kebutuhan dosisnya. Setelah direndam, triskan dan jemur bibit jahe.
  5. Siapkan kayu, sekam padi, atau abu gosok untuk media semainya.
  6. Lapisi kotak kayu yang telah disiapkan dengan sekam padi dan letakkan bibit diatasnya. Setelah itu tutupi kembali bibit dengan sekam padi.
  7. Hindarkan bibit jahe dari panas sinar matahari langsung dan hujan.
  8. Ketika bibit sudah keluar tunas, pilihlah tunas yang berkualitas dan yang terbaik.

Penanaman Tanaman Jahe

Penanaman jahe sangat bergantung pada kondisi daerah dan proses penanamannya. Proses penanamannya dimulai dengan pembuatan parit diatas bedengannya dan memberikan jarak antara bibit yang satu dengan bibit yang lain.

Letakkan bibi diatas parit dengan bagian mata tunasnya menghadap ke atas. Setelah itu tutup bibit dengan tanah berketebalan sekitar 5 cm. Penanaman baik dilakukan pada awal musim penghujan karena jahe membutuhkan air yang cukup banyak pada masa awal pertumbuhannya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menanam Jahe

tanaman jahe

tanaman jahe

Setiap pembudidaya jahe pasti menginginkan hasil yang banyak dan berkualitas. Tidak hanya dari cara menanamnya tapi ada juga hal-hal lain yang harus diperhatikan agar menghasilkan yang terbaik.

Iklim

Jahe adalah tanaman yang sangat cocok ditanam di daerah tropik maupun sub tropik. Dengan curah hujan berkadar 2500-4000 mm yang merata pada daerah sub tropik akan membantu pertumbuhan jahe. Jahe juga dapat ditanam di daerah beriklim tropik yang cenderung dingin atau sejuk di ketinggian 500 hingga 1000 meter dari permukaan laut. Walaupun begitu di daerah curah hujan yang kurang dari 200 mm di dataran rendah bisa ditambahkan dengan pupuk organik cair.

Suhu Udara

Kemampuan jahe dalam beradaptasi dengan cuaca bisa membuatnya bertahan diberbagai suhu. Meskipun begitu, suhu udara yang sesuai akan mendukung pertumbuhan jahe yang semakin baik. Suhu udara yang mendukung pertumbuhan jahe yaitu pada suhu sekitar 20-35 derajat celcius.

Cahaya Matahari

Dalam usia pembibitan hingga umur dua bulan hendaknya jahe diletakkan di tempat yang sejuk dan mempunyai cahaya matahari yang cukup. Hal ini dilakukan supaya tanaman jahe tetap segar dan tidak mudah layu.

Pada umur 2,5 hingga 7 bulan, tanaman jahe perlu diberikan cahaya matahari yang tinggi. Oleh karena itu tanaman jahe perlu diletakkan di tempat yang terbuka dengan cahaya matahari 70%-100%.

 

Seperti itulah cara penanaman tanaman jahe yang praktis dan bisa menghasilkan hasil yang berkualitas. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Leave a reply "Tutorial Menanam Tanaman Jahe Agar Panen Melimpah"

Author: 
author